Washington/Teheran/Tel Aviv, 8 Maret 2026 – Konflik militer langsung antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran memasuki hari ke-8 dengan intensitas tertinggi sejak dimulai 1 Maret 2026. Iran meluncurkan gelombang rudal balistik dan drone terbaru ke Tel Aviv dan Haifa pada Sabtu pagi (7 Maret), menewaskan puluhan warga sipil dan merusak infrastruktur sipil, termasuk pusat komersial di jantung kota. Pejabat IDF menyebut serangan ini berpotensi “kejahatan perang” karena menarget fasilitas non-militer.
Presiden AS Donald Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih menyatakan: “Iran harus menyerah tanpa syarat sekarang juga. Kami akan intensifkan serangan hingga Teheran tunduk. Ini bukan lagi perang proxy—ini perang langsung melawan rezim teroris.” Trump mengklaim operasi “Roaring Lion” telah menghancurkan 60% fasilitas nuklir dan rudal Iran, serta depot minyak di Tehran dan Isfahan. Satelit menunjukkan kerusakan parah di Pangkalan Militer Natanz dan Bandar Abbas.
Sementara itu, Iran melalui juru bicara IRGC menolak tuntutan tersebut: “Kami tidak akan menyerah. Serangan balasan akan terus berlanjut hingga agresor mundur dari wilayah kami.” Iran juga meluncurkan rudal ke Bahrain (menghantam instalasi desalinasi air) dan Kuwait (menewaskan 2 orang), memicu intersepsi oleh Saudi dan UEA. Lebanon terlibat setelah serangan Israel ke Beirut selatan memaksa ratusan ribu warga mengungsi dari daerah Hezbollah.
Dampak Global:
- Harga minyak Brent melonjak ke $180 per barel (+40% dalam seminggu), tertinggi sejak 2008, akibat ancaman penutupan Selat Hormuz.
- PBB dan Uni Eropa menyerukan gencatan senjata darurat; Sekjen PBB Antonio Guterres: “Ini risiko perang dunia ketiga.”
- Di Indonesia, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menetapkan status Siaga 1 dan merilis 7 perintah kesiapan menghadapi dampak ekonomi & keamanan maritim.
- Demo besar di New York dan Jakarta mengecam “perang AS-Israel atas Iran”, dengan ribuan massa membawa bendera Palestina dan slogan anti-imperialisme.
Konflik ini telah menewaskan ribuan orang (estimasi sementara: 2.500+ di Iran, 800+ di Israel, ratusan di Lebanon & negara Teluk). Ancaman eskalasi ke perang regional semakin nyata, dengan Rusia dan China memperingatkan “konsekuensi global” jika serangan berlanjut.
Warga Kampong Thom diimbau pantau info resmi dari Kemlu RI dan BMKG terkait dampak ekonomi (inflasi bahan bakar & pangan). Hindari hoaks yang beredar di media sosial tentang “perang nuklir” atau “Indonesia ikut perang”.
