Presiden RI Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13 Maret 2026), dengan agenda utama persiapan Hari Raya Idulfitri 1447 H. Dalam pengantarnya, Presiden menyoroti pentingnya kesederhanaan para pejabat negara selama periode Lebaran, serta koordinasi ketat untuk memastikan kelancaran mudik dan stabilitas ekonomi di tengah ketegangan geopolitik global.

Sidang yang disiarkan langsung ini dihadiri seluruh menteri Kabinet Merah Putih. Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Ramadan telah memasuki hari ke-23, dan dalam waktu kurang dari seminggu umat Muslim akan merayakan Idulfitri. Ia meminta para pejabat tidak menggelar open house atau acara silaturahmi secara mewah-mewahan.

“Kita harus memberi teladan kesederhanaan. Jangan terlalu mewah-mewahan. Ini untuk menunjukkan empati kepada masyarakat yang sedang menjalani ibadah puasa dan persiapan Lebaran,” tegas Presiden, seperti dikutip dari siaran resmi Sekretariat Presiden.

Presiden juga menerima laporan terkait prediksi lonjakan transportasi mudik: peningkatan 6% untuk perjalanan, 9,4% untuk penumpang, dan 9,3% untuk kendaraan. Ia memerintahkan Kementerian Perhubungan, Polri, dan TNI untuk memperkuat pengawasan di titik-titik krusial seperti Pelabuhan Merak, serta memastikan ketersediaan BBM, pangan, dan layanan kesehatan selama arus mudik dan balik.

Fokus pada Stabilitas Ekonomi dan Geopolitik

Di sisi lain, Presiden menekankan dampak krisis global terhadap Indonesia. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, termasuk silaturahmi dengan tokoh nasional pada 3 Maret 2026 di Istana Merdeka, Prabowo membahas dampak perang Iran serta serangan Amerika Serikat-Israel terhadap stabilitas ekonomi dunia. Ia menyatakan bahwa krisis justru mempercepat agenda swasembada pangan dan energi nasional.

“Situasi dunia yang tidak menentu ini mendorong kita untuk lebih mandiri. Percepat transisi energi, diversifikasi sumber minyak, dan pastikan ketahanan pangan,” ujarnya dalam rapat terbatas dengan Menteri ESDM dan Menteri Pertanian.

Pada acara tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia (11 Maret 2026), Presiden juga menegur keras jajarannya agar menghindari laporan palsu atau “asal bapak senang” (ABS). Ia menekankan pentingnya transparansi dan profesionalisme dalam pengelolaan investasi negara.

Selain itu, Presiden Prabowo beserta jajaran kabinet menunaikan zakat melalui Baznas di Istana Negara pada hari yang sama dengan sidang kabinet, sebagai bentuk keteladanan dalam berzakat dan mendukung program sosial.

Agenda Mendatang

Presiden dijadwalkan melakukan lawatan kenegaraan ke Jepang dan Korea Selatan akhir Maret 2026. Kunjungan ini diharapkan memperkuat kerja sama ekonomi, investasi, dan diplomasi di tengah dinamika regional Asia-Pasifik.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga membantah rumor reshuffle kabinet menjelang Lebaran, menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah stabilitas dan pelayanan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.

More From Author